Worlds Best Amusement Parks

Here We Come For Win

Cara Lain Bila Ingin Jadi Miliuner, Selain Menjadi Investor? Cobalah Jadi Atlet

August 18th, 2016

olahragaMungkin ketika melihat judul ini Anda akan tertawa membacanya. Ya, lantaran sudah kita ketahui bersama bahwa masa pensiun atlet Indonesia tidak tentu arah dan tidak diperhatikan oleh pemerintah. Jadilah atlet Indonesia seperti ungkapan peribahasa habis manis sepah dibuang. Ketika masa produktifnya, banyak atlet yang diperebutkan oleh klub atau daerah untuk bertanding atas nama provinsi mereka dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), namun ketika sudah masa pensiun, tak sedikit pun ditengok bagaimana kondisinya. Inilah segelintir realitas mengenai masa depan atlet Indonesia.

Atas hal ini banyak orangtua yang tidak setuju anaknya menjadi atlet dengan alasan yang sama seperti yang kami beritahu barusan, yaitu tidak ada jaminan masa depan. Melihat realitas getir ini, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan bonus besar, yaitu Rp 5 miliar rupiah untuk setiap atlet yang berhasil membawa pulang medali emas, Rp 2 miliar untuk atlet yang berhasil membawa pulang medali perak, dan Rp 1 miliar untuk medali perunggu.

Tentu hal ini akan menjadi pemicu tersendiri bagi para atlet yang bertanding di olimpiade musim panas yang sekarang sedang berlangsung, yaitu Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016. Sampai berita ini ditulis, sudah dua atlet Indonesia yang berhasil menggondol medali perak dari cabang angkat besi, yaitu Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni. Mereka pun berhak membawa pulang hadiah sebesar masing masing Rp 2 miliar.

Selain kedua atlet menjadi miliuner dengan cepat, mereka pun juga mendapat tunjangan sebesar Rp 20 juta per bulan seumur hidup. Ya, selain bonus besar yang dinanti atlet, ada program baru pemerintah yaitu memberikan tunjangan setiap bulannya kepada para olimpian. Untuk medali olimpiade mendapat tunjangan sebesar Rp 20 juta per bulannya, Rp 15 juta per bulan untuk peraih medali perak, Rp 10 juta per bulan untuk peraih medali perunggu. Tentu atlet yang berhasil membawa pulang medali bukan saja menjadi miliuner dengan begitu cepat, namun juga terjamin masa tuanya dengan uang tunjangan yang tidak bisa dibilang kecil tersebut.

Bagi Anda yang sudah berumur, tentu menjadi kaya dengan cepat sebagai atlet agak musykil rasanya. Namun, Anda bisa mengarahkan anak Anda ke olahraga tertentu yang menjadi andalan Indonesia di kejuaraan olahraga multi event, seperti olimpiade dan Asean Games. Berikut cabang-cabang olahraga andalan Indonesia di kejuaraan multi event.

  1. Bulutangkis

Bagi masyarakat Indonesia, bulutangkis adalah olahraga kebanggan. Dimulai dari tahun Olimpiade Barcelona tahun 1992, atlet Indonesia tidak pernah absen dalam menggondol medali emas. Hanya saja pada tahun 2012 tren positif ini terhenti. Namun, atlet Indonesia kembali berjaya dengan menempatkan satu wakilnya di final partai ganda campuran atas pasangan Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir yang akan melawan ganda asal Malaysia Chan Peng Soon / Goh Liu Ying pada Rabu, 17 Agustus mendatang.

  1. Angkat besi

Popularitas angkat besi sebagai cabang olahrga andalan Indonesia tak ubahnya cabang olahraga bulutangkis, selalu menyumbangkan medali untuk Indonesia. Atlet angkat besi yang cukup tersohor namanya di masyarakat Indonesia adalah Eko Yuli Iriawan, yang adalah penyumbang medali perak pada olimpiade kali ini. Yang menjadi kejutan adalah atlet wanita dengan nama Sri Wahyuni yang turut berhasil menyumbang medali perak untuk Indonesia.

  1. Panahan

Kabar memgejutkan dari Olimpiade Rio de Janeiro Brazil tahun ini adalah berita kemenangan atlet panahan Indonesia, Riau Ega Agatha dengan mengalahkan unggulan satu dan juara dunia asal Korea Selatan, Kim Woo Jin. Kim mengakui bahwa Riau bermain lebih baik dari dirinya pada hari itu dan ia sungguh menyesal karena tidak dapat menyumbang medali untuk negara yang dicintainya. Namun, sayang seribu sayang, ketika babak perempat final, Riau Ega gagal mempertahankan peak performancenya. Ega dikalahkan oleh pemanah asal Italia dengan skor 0 – 3. Indonesia tanpa wakil untuo mendapatkan medali emas olimpiade.

Itulah tiga cabang olahraga yang turut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di tanah asing. Jika Anda ingin memiliki anak dan ingin menjadikannya jutawan dengan tempo singkat, memasukannya ke pusat pelatihan ketiga olahraga di atas adalah opsi yang bagus sekali. Namun, jangan lupa untuk menanamkan jiwa sportivitas dan pantang menyerah. Hal ini dikarenakan menjadi atlet bukan urusan yang mudah. Bukan hanya fisik yang prima, namun banyak faktor lain yang berpengaruh kepada si atlet itu sendiri, misalnya dukungan orang tua dan jaminan hari tua yang membuatnya semangat dalam meraih prestasi

Worlds Best Amusement Parks

Here We Come For Win